Search

Soal Mafia Alkes, Bos Bio Farma: Ada yang Main dengan Broker! - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen perusahaan farmasi pelat merah angkat bicara mengenai maraknya mafia alat kesehatan (alkes) yang beberapa waktu lalu sempat disinggung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Sebagai perusahaan holding BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero) menyebut munculnya mafia ini karena adanya kesempatan akibat perebutan alat kesehatan akibat penyebaran Covid-19 di dunia. Tingkat permintaan alat kesehatan yang tinggi dan tak dibarengi dengan suplai yang tinggi pula menimbulkan banyak 'permainan kotor' di pasar.

"Ini permasalah pandemi ini demand-nya lebih tinggi dari supply jadi ada kelangkaan, apalagi proses ekspor-impor gak mulus karena ada pembatasan," kata Honesti Basyir, Direktur Utama Bio Farma dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI secara virtual, Selasa (21/4/2020).

Untuk mengantisipasi agar tidak masuk dalam lingkaran tersebut, Honesti menyebut perusahaan farmasi milik pemerintah ini melakukan komunikasi dan transaksi jual beli langsung dengan produsen alat kesehatan tersebut.


"Karena kebutuhan tinggi kami harapkan ada kepastian supply dari prinsipal. Demand tinggi mulai ada yang bermain, tapi BUMN kami pastikan tidak ada. Kami pastikan deal dengan main principal," tegasnya.

Dia mencontohkan, bahan baku yang digunakan untuk memproduksi klorokuin umumnya di pasaran hanya dijual dengan harga US$ 50 per kilogram. Namun karena tingginya permintaan untuk bahan ini, harga jualnya melalui broker bisa mencapai US$ 1.200 per kilogram.

"Masih ada yang berusaha ambil kesempatan apalagi kalau main dengan broker, makanya kita langsung deal dengan pabrikan," tegas dia.

Sebelumnya Erick menyebut ketergantungan Indonesia dengan bahan baku dari impor menyebabkan banyaknya munculnya praktik-praktik kotor yang dilakukan oleh mafia.

"Kita yang harus peduli antara bangsa kita. Jangan semuanya ujung-ujungnya duit terus. Akhirnya kita terjebak short term policy [kebijakan jangka pendek]. Didominasi oleh mafia-mafia, trader-trader itu. Kita harus lawan dan Pak Jokowi punya keberpihakan itu," kata Erick di Jakarta, Kamis (16/4/2020).


Untuk itu dia mengharapkan agar seluruh pihak bekerjasama untuk menumpas praktik-praktik kotor tersebut.

Dia menyebutkan, hal ini bermula dari kebutuhan alat kesehatan dan farmasi dalam negeri yang masih bergantung pada pemenuhan dari luar negeri. Jumlahnya pun mencapai 90%, hanya 10% saja bahan baku yang bisa dipenuhi dari dalam negeri.

"Saya mohon maaf kalau menyinggung beberapa pihak, janganlah negara kita yang besar ini selalu terjebak praktik-praktik yang kotor, sehingga alat kesehatan mesti impor, bahan baku musti impor. Saya minta semua yang hadir di sini punya komitmen secara pribadi, kita harus bongkar hal-hal itu," kata dia.

[Gambas:Video CNBC]

 

(tas/tas)

Let's block ads! (Why?)



"ada" - Google Berita
April 21, 2020 at 05:27PM
https://ift.tt/3cDeH5E

Soal Mafia Alkes, Bos Bio Farma: Ada yang Main dengan Broker! - CNBC Indonesia
"ada" - Google Berita
https://ift.tt/2LMx7oW

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Soal Mafia Alkes, Bos Bio Farma: Ada yang Main dengan Broker! - CNBC Indonesia"

Post a Comment

Powered by Blogger.