
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto menilai keputusan untuk bergabung dengan koalisi pemerintah tidak mesti berkaitan dengan pembagian jatah menteri di kabinet.
"Tidak harus. Artinya, koalisi itu 'kan ada dukungan atas kebijakan pemerintah. Ada posisi-posisi lain juga yang bisa disinergikan, tidak selalu di kementerian saya kira," kata Bima Arya, di Jakarta, Ahad.
Baca Juga: Mantan Ketum Muhammadiyah Yakin Zulkifli Bisa Benahi PAN
Hal tersebut disampaikannya usai diskusi "Evaluasi Publik dan Isu-Isu Nasional dalam 100 Hari Jokowi-Amin" yang digelar lembaga survei Indo Barometer. Bima menegaskan bahwa PAN tidak akan meminta-minta posisi di kabinet. Pasalnya, jika masuk dalam struktur kabinet, berarti harus ada reshuffle kabinet.
"Belum tentu juga Pak Jokowi akan mengadakan reshuffle dalam waktu dekat. Bagi kami itu bukan suatu yang kami tunggu atau sesuatu yang kami tuntut," katanya.
"ada" - Google Berita
February 17, 2020 at 02:00AM
https://ift.tt/2OX9jAY
PAN Ngaku Nggak Ngarep Masuk jadi Menteri Jokowi, 'Belum Tentu Ada Reshuffle' - WartaEkonomi.co.id
"ada" - Google Berita
https://ift.tt/2LMx7oW
Bagikan Berita Ini
0 Response to "PAN Ngaku Nggak Ngarep Masuk jadi Menteri Jokowi, 'Belum Tentu Ada Reshuffle' - WartaEkonomi.co.id"
Post a Comment